RESENSI NOVEL
- JUDUL : BUMI
- PENGARANG : TERE LIYE
- PENERBIT : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
- TAHUN TERBIT :
- CETAKAN PERTAMA --> JANUARI 2014
- CETAKAN KEDUA --> JANUARI 2014
- CETAKAN KETIGA --> FEBRUARI 2014
- CETAKAN KEEMPAT --> APRIL 2014
- TEMPAT TERBIT : JAKARTA
- DIMENSI :
- PANJANG : 20 cm
- LEBAR : 13,5 cm
- TEBAL : 2,8 cm
- HALAMAN : 440 halaman
- HARGA : Rp. 75.000,00,-
Novel
Bumi,merupakan karya terbaru dari penulis terkenal dalam negeri, Tere Liye.
Novel yang baru dirilis pertama kali pada Januari 2014 dan telah memasuki
cetakan keempat di bulan April 2014 ini memiliki genre fantasi yang berbeda
dari kebanyakan novel lainnya.
Berkisah tentang kehidupan gadis remaja
berusia 15 tahun bernama Raib. Ra, terlihat seperti gadis remaja biasa pada
umumnya. Tinggal bersama dengan kedua orang-tuanya dan dua ekor kucing
peliharaan yang ia namai si Putih dan si Hitam. Keganjilan dan keanehan kerap
terjadi di kehidupan Ra dan keluarganya semenjak Ra berusia dua tahun. Permainan
sederhana di masa kecilnya membuat Ra sadar bahwa dirinya mempunyai rahasia
yang sangat besar yang berhasil ia sembunyikan seorang diri hingga usianya
menginjak 15 tahun.
Rahasia itu mulai terkuak hari demi hari
dengan diawali kejadian aneh di depan kelasnya. Saat itu Ra dihukum bersama
teman sekelasnya, Ali, karena mereka tidak mengerjakan tugas matematika dari gurunya
yang bernama Miss Selena. Ali adalah orang pertama yang memergoki hal ajaib
yang dimiliki oleh Ra saat di depan kelas.
Kejadian aneh semakin sering terjadi,
saat Ra dan sahabat dekatnya, Seli hampir tertimpa tiang listrik di dekat
kantin sekolah. Ali yang ikut menjadi saksi atas peristiwa itu sangat terkejut
dan hampir tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Kenyataan bahwa Raib
bisa menghilangkan suatu benda dan dirinya sendiri, serta Seli yang dapat
mengeluarkan petir dari tangannya.
Kisah pun berlanjut dengan
rahasia-rahasia yang dimiliki oleh Ra, Ali, Seli dan Miss Selena. Guru
matematika mereka itu secara tiba-tiba datang menyelamatkan Ra dan kedua
temannya ketika mereka tengah diserang oleh Tamus, salah seorang Panglima
Perang dari Klan Bulan. Tamus memiliki rencana besar yang telah ia susun selama
ribuan tahun bersama Pasukan Bayangan yang dipimpinnya.
Kehidupan Ra, Ali, dan Seli seketika
berubah drastis semenjak kedatangan Tamus di Bumi. Tamus mengincar Ra yang
ternyata adalah pewaris Buku Kehidupan dari
Klan Bulan, dan Seli yang tanpa diduga-duga merupakan keturunan dari Klan
Matahari. Demi menghindar dari Tamus, mereka bertiga masuk ke dunia lain yang disebut
dunia Klan Bulan, tepatnya di kota Tishri melalu jalur lorong berpindah dari
buku PR matematika milik Ra. Tak lama buku tersebut diketahui bukan hanya
sebuah buku PR biasa, melainkan Buku
Kehidupan yang selama ini dicari oleh Tamus.
Petualangan ketiga anak remaja ini baru
dimulai ketika mereka tiba di dunia Klan Bulan. Bertemu dengan sebuah keluarga
kecil yang pada akhirnya menjadi penyelamat hidup mereka selama di dunia Klan
Bulan. Mereka bertemu Ilo, Vey, Ou, Av, dan Panglima Timur dari Pasukan
Bayangan. Pertarungan berlumur darah antara tiga remaja melawan Tamus dan enam
Panglima pengikutnya menjadi puncak konflik yang terjadi selama ini. Pada
akhirnya, Tamus harus rela masuk kedalam lorong gelap entah hingga kapan. Namun
yang pasti, kisah ini belum selesai. Tamus masuk ke dalam lorong tersebut
dengan membawa Buku Kematian, yaitu
pasangan dari Buku Kehidupan milik Raib.
Kejadian yang lebih dahsyat akan terjadi setelahnya.
Novel “Bumi” akan membawa siapapun yang
membacanya terhanyut dalam keseruan cerita yang ada di dalamnya. Para pembaca
akan banyak berimajinasi dan seolah melihat peristiwa-peristiwa di dalam novel
secara nyata. Setiap kali berganti halaman, semakin banyak pertanyaan yang
muncul dan ingin segera membalik halaman-halaman berikutnya untuk dapat
mengetahui kelanjutan kisahnya. Hal ini dikarenakan sang penulis membuat alur
cerita yang menarik, ringan dan mengalir saat dibaca. Walaupun bahasa yang
digunakan pada novel tersebut sedikit terlalu kaku dan baku, namun penulis
berhasil menutupinya dengan keseluruhan rangkaian alur cerita yang apik dan
pantas untuk dibaca oleh khalayak umum baik anak-anak, remaja, maupun dewasa
yang menyukai genre fantasi.
Pada bagian akhir dari novel ini masih
menimbulkan rasa penasaran bagi pembacanya. Terkesan menggantung karena
diakhiri oleh kalimat pertanyaan dari tokoh utama kepada tokoh lainnya yang
menandakan bahwa cerita masih akan berlanjut panjang namun pada seri kedua
novel ini yang berjudul “Bulan”.
Ada satu quote yang menarik dalam novel
ini, kalimat bermakna ini dikatakan oleh salah satu tokoh bernama Miss Selena
kepada Raib saat ia hendak memberikan Buku PR Matematika milik Ra. Berikut
bunyi quote tersebut :
“Apapun
yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apapun yang hilang,
tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat
yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa
depan.”