Tuesday, May 27, 2014

RESENSI NOVEL


RESENSI NOVEL



  • JUDUL : BUMI
  • PENGARANG : TERE LIYE
  • PENERBIT : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
  • TAHUN TERBIT : 
    • CETAKAN PERTAMA --> JANUARI 2014 
    • CETAKAN KEDUA --> JANUARI 2014
    • CETAKAN KETIGA --> FEBRUARI 2014
    • CETAKAN KEEMPAT --> APRIL 2014
  • TEMPAT TERBIT : JAKARTA
  • DIMENSI :
    • PANJANG : 20 cm
    • LEBAR : 13,5 cm
    • TEBAL : 2,8 cm
  • HALAMAN : 440 halaman
  • HARGA : Rp. 75.000,00,-



   Novel Bumi,merupakan karya terbaru dari penulis terkenal dalam negeri, Tere Liye. Novel yang baru dirilis pertama kali pada Januari 2014 dan telah memasuki cetakan keempat di bulan April 2014 ini memiliki genre fantasi yang berbeda dari kebanyakan novel lainnya.
   Berkisah tentang kehidupan gadis remaja berusia 15 tahun bernama Raib. Ra, terlihat seperti gadis remaja biasa pada umumnya. Tinggal bersama dengan kedua orang-tuanya dan dua ekor kucing peliharaan yang ia namai si Putih dan si Hitam. Keganjilan dan keanehan kerap terjadi di kehidupan Ra dan keluarganya semenjak Ra berusia dua tahun. Permainan sederhana di masa kecilnya membuat Ra sadar bahwa dirinya mempunyai rahasia yang sangat besar yang berhasil ia sembunyikan seorang diri hingga usianya menginjak 15 tahun.
   Rahasia itu mulai terkuak hari demi hari dengan diawali kejadian aneh di depan kelasnya. Saat itu Ra dihukum bersama teman sekelasnya, Ali, karena mereka tidak mengerjakan tugas matematika dari gurunya yang bernama Miss Selena. Ali adalah orang pertama yang memergoki hal ajaib yang dimiliki oleh Ra saat di depan kelas.
   Kejadian aneh semakin sering terjadi, saat Ra dan sahabat dekatnya, Seli hampir tertimpa tiang listrik di dekat kantin sekolah. Ali yang ikut menjadi saksi atas peristiwa itu sangat terkejut dan hampir tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Kenyataan bahwa Raib bisa menghilangkan suatu benda dan dirinya sendiri, serta Seli yang dapat mengeluarkan petir dari tangannya.
   Kisah pun berlanjut dengan rahasia-rahasia yang dimiliki oleh Ra, Ali, Seli dan Miss Selena. Guru matematika mereka itu secara tiba-tiba datang menyelamatkan Ra dan kedua temannya ketika mereka tengah diserang oleh Tamus, salah seorang Panglima Perang dari Klan Bulan. Tamus memiliki rencana besar yang telah ia susun selama ribuan tahun bersama Pasukan Bayangan yang dipimpinnya.
   Kehidupan Ra, Ali, dan Seli seketika berubah drastis semenjak kedatangan Tamus di Bumi. Tamus mengincar Ra yang ternyata adalah pewaris Buku Kehidupan dari Klan Bulan, dan Seli yang tanpa diduga-duga merupakan keturunan dari Klan Matahari. Demi menghindar dari Tamus, mereka bertiga masuk ke dunia lain yang disebut dunia Klan Bulan, tepatnya di kota Tishri melalu jalur lorong berpindah dari buku PR matematika milik Ra. Tak lama buku tersebut diketahui bukan hanya sebuah buku PR biasa, melainkan Buku Kehidupan yang selama ini dicari oleh Tamus.
   Petualangan ketiga anak remaja ini baru dimulai ketika mereka tiba di dunia Klan Bulan. Bertemu dengan sebuah keluarga kecil yang pada akhirnya menjadi penyelamat hidup mereka selama di dunia Klan Bulan. Mereka bertemu Ilo, Vey, Ou, Av, dan Panglima Timur dari Pasukan Bayangan. Pertarungan berlumur darah antara tiga remaja melawan Tamus dan enam Panglima pengikutnya menjadi puncak konflik yang terjadi selama ini. Pada akhirnya, Tamus harus rela masuk kedalam lorong gelap entah hingga kapan. Namun yang pasti, kisah ini belum selesai. Tamus masuk ke dalam lorong tersebut dengan membawa Buku Kematian, yaitu pasangan dari Buku Kehidupan milik Raib. Kejadian yang lebih dahsyat akan terjadi setelahnya.
   Novel “Bumi” akan membawa siapapun yang membacanya terhanyut dalam keseruan cerita yang ada di dalamnya. Para pembaca akan banyak berimajinasi dan seolah melihat peristiwa-peristiwa di dalam novel secara nyata. Setiap kali berganti halaman, semakin banyak pertanyaan yang muncul dan ingin segera membalik halaman-halaman berikutnya untuk dapat mengetahui kelanjutan kisahnya. Hal ini dikarenakan sang penulis membuat alur cerita yang menarik, ringan dan mengalir saat dibaca. Walaupun bahasa yang digunakan pada novel tersebut sedikit terlalu kaku dan baku, namun penulis berhasil menutupinya dengan keseluruhan rangkaian alur cerita yang apik dan pantas untuk dibaca oleh khalayak umum baik anak-anak, remaja, maupun dewasa yang menyukai genre fantasi.
   Pada bagian akhir dari novel ini masih menimbulkan rasa penasaran bagi pembacanya. Terkesan menggantung karena diakhiri oleh kalimat pertanyaan dari tokoh utama kepada tokoh lainnya yang menandakan bahwa cerita masih akan berlanjut panjang namun pada seri kedua novel ini yang berjudul “Bulan”.
    Ada satu quote yang menarik dalam novel ini, kalimat bermakna ini dikatakan oleh salah satu tokoh bernama Miss Selena kepada Raib saat ia hendak memberikan Buku PR Matematika milik Ra. Berikut bunyi quote tersebut :

“Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apapun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.”