NAMA : AMALIA EKASANTI
NPM : 20313756
Kedisiplinan
berasal dari kata disiplin yang
berarti ta’at dan patuh terhadap suatu peraturan yang yang berlaku, dan
mendapat imbuhan ke-dan-an jadi kedisiplinan bisa diartikan suatu sikap yang
taat dan patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku, tanpa suatu adanya
peraturan maka tidak akan tercapailah suatu kedisiplinan , dengan adanya suatu
peraturanakan melatih seseorang untuk disiplin dalam segala hal , dan dengan
sikap yang selalu disiplin membuat seseorang berhasil dengan apa yang seseorang
tersebut impikan itulah sebabnya kedisiplinan adalah modal utama suatu
keberhasilan.
Untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus mulai
hidup disiplin , kedisiplinan harus dimulai dari kecil , agar di saat dewasa
nanti seseorang tersebut biasa mencapai suatu keberhasilan. Dan kedisiplinan
dapat dimulai dari lingkungan keluarga , kemudian lingkungan sekolah dan
lingkungan desa / masyarakat . kedisiplinan di lingkungan keluarga dimulai dari
bangun setiap pagi , kemudian sholat subuh dan bersiap kesekolah , serta taat
mengerjakan sholat lima waktu.
KEDISIPLINAN ISLAM
Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan
suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah
dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati
peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih.
Dalam ajaran Islam, banyak ayat al-Qur`an dan hadist, yang
memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah
ditetapkan. Antara lain disebutkan dalam surah an-Nisâ` ayat 59,
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur`an) dan Rasul
(Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs. an-Nisâ` [4]:
59)
Dari ayat di atas terungkap pesan untuk patuh dan taat
kepada para pemimpin, dan jika terjadi perselisihan di antara mereka, maka
urusannya harus dikembalikan kepada aturan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Namun, tingkat kepatuhan manusia kepada pemimpinnya tidak
bersifat mutlak. Jika perintah yang diberikan pemimpin bertentangan dengan
aturan atau perintah Allah dan Rasul-Nya, maka perintah tersebut harus tegas
ditolak dan diselesaikan dengan musyawarah. Namun jika aturan dan perintah
pemimpin tidak bertentangan dengan Syariat Allah dan Rasul-Nya, maka Allah
menyatakan ketidak-sukaannya terhadap orang-orang yang melewati batas.
Di samping mengandung arti taat dan patuh pada peraturan,
disiplin juga mengandung arti kepatuhan kepada perintah pemimpin, perhatian dan
kontrol yang kuat terhadap penggunaan waktu, tanggungjawab atas tugas yang
diamanahkan, serta kesungguhan terhadap bidang keahlian yang ditekuni.
Islam mengajarkan kita agar benar-benar memperhatikan dan
mengaplikasikan nilai-nilai kedisplinan dalam kehidupan sehari-hari untuk
membangun kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik.
10 TIPS MEMBIASAKAN DIRI UNTUK DISIPLIN
Menunda-nunda pekerjaan adalah hal yang paling sering
dilakukan banyak orang. Rasa malas atau terganggu karena keasikan melakukan hal
lain, seperti main game misalnya, jadi penyebab paling umum.
Gawatnya, kalau sering menunda pekerjaan maka akibatnya bisa
merembet ke hal lain. Kita bisa kena marah guru, atasan di kantor, orang tua,
atau siapa saja yang kecewa dengan hasil kerjaan kita.
Yang paling utama harus kita miliki adalah: niat dan tekad,
disiplin, dan manajemen waktu. Sekadar niat tanpa disiplin hanya jadi mimpi.
Oleh karena itu harus punya tekad kuat agar tetap fokus pada tugas yang harus
diselesaikan.
Biasakanlah menulis daftar yang harus dikerjakan, what to do
list , agar manajemen waktu bisa berjalan dengan tepat. Dulu, beberapa orang
sukses selalu menulis apa yang harus dikerjakan setiap menjelang tidur dalam
agenda atau papan what to do list, sehingga saat bangun pagi mereka sudah siap
mengerjakan apa yang sudah tertulis.
Sekarang kita sudah dimanjakan teknologi. Note atau calendar
pada ponsel bisa jadi alat pengingat yang manjur.
Berikutnya,
ada lagi hal-hal lain yang perlu diingat, yakni:
1.
Bagi dan atasi tugas. Pecah tugas-tugas berat
dan menakutkan menjadi tugas-tugas kecil yang lebih bisa dikerjakan.
2. Mulailah
harimu untuk mengerjakan tugas yang paling sulit atau paling nggak kamu sukai.
Sisa harimu akan terasa lebih mudah. Poin ini berkait dengan poin ke 3, bila
kita yang mengatur pekerjaan, kita bisa memilih yang paling susah agar
berikutnya lebih mudah. Terkadang, tetap harus fleksibel, kalau memang tugas
ringat membuat suasana hati bertambah baik, ya kerjakan dulu yang termudah
hingga tersulit.
3. Tentukan
target yang realistis, tapi jangan terlalu kaku. Tetaplah bersikap flesibel.
4. Mulailah
mengerjakan sekarang juga. Jangan menunggu hingga kamu merasa siap betul.
Ingat, tanamkan moto ini dalam diri, “Mulai sekarang juga!”
5. Tulis
daftar tugas cadangan. Hal-hak yang ingin kamu lakukan kalau ada waktu. Begitu kamu miliki, kamu pasti punya
waktu untuk mengerakan tugas-tugas cadangan tersebut.
6. Singkirkan
semua hal yang mengganggu konsentrasimu dari ruang kerjamu. Singkirkan makanan,
TV, majalah, permainan, internet, dan godaan-godaan lain. Coba belajar dari
petuah ibu atau nenek, kalau belanja ke pasar tulis apa yang harus dibeli
supaya tidak lupa dan tidak beralih membeli yang lain. Demikian juga dengan
pekerjaan, belajarlah terus untuk disiplin dengan daftar pekerjaan yang sudah
ditulis.
7. Sisihkan
lebih banyak waktu untuk satu tugas. Sebagai contoh, kalau menurutmu menulis
essai butuh waktu 2 jam, maka alokasikan 3 atau bahkan 4 jam untuk
mengerjakannya.
8. Sadarilah
bahwa tugas mengarang, tugas sekolah, atau apapun yang kamu lakukan gak mungkin
sempurna. Kalau kamu memahami hal ini, kamu gak akan takut merasa gagal lagi.
Nah, ini terkait dengan sifat perfeksionis, segala sesuatu mesti sempurna.
Memang bagus menjadi yang terbaik, namun bukan berarti menghabiskan banyak
waktu untuk masalah sepele, atau karena timbul perasaan, “ingin dipuji orang”
atau “apa nanti pendapat orang tentang saya?”
9. Yang
terakhir ini untuk menambah semangat kita. Catat perkembangan yang kamu dapat
dalam buku. Tulis semua tugas yang sudah kamu selesaikan tiap hari. Baca
berulang-ulang dan kamu boleh merasa bangga dengan prestasimu ini. Saat libur,
manjakan diri sebagai penghargaan atau reward karena berhasil dengan semua
tugas.
10.
Jangan lupa doa. Pekerjaan apa pun bila selalu
dikerjakan dalam doa menambah kekuatan bagi diri untuk segera menyelesaikan
tugas dengan sebaik mungkin.
Disiplin waktu dan menulis what to do list terkadang membosankan,
namun kalau kita membiasakan hal ini, maka menjadi terbiasa. Dengan terbiasa
disiplin, banyak loh, hal baik yang akan didapat.
Ingat, Jepang, Korea, dan Cina bisa menjadi negara maju
karena mereka mengembangkan budaya disiplin. Tak usah menunggu dan melihat
orang lain, lakukan saja sekarang mulai dari diri kita sendiri, siapa tahu
nantinya menular ke orang lain. Hasilnya, kalau semua orang Indonesia
menerapkan manajemen waktu yang tepat, Insya Allah negara ini menjadi negara
yang lebih baik.
SUMBER
:
http://www.huteri.com/4257/10-tips-agar-pekerjaan-selesai-tepat-waktu

No comments:
Post a Comment