Dalam meracang sebuah hunian rumah (tempat
tinggal) biasanya terdapat beberapa material pelengkap baik itu di bagian
eksterior maupun interiornya. Bagian pelengkap ini tentunya memiliki fungsi
untuk memperindah bangunan yang telah ada maupun memberikan nilai estetik yang
lebih pada bangunan tersebut.
Material pelengkap yang akan saya bahas
disini adalah berupa taman. Terdapat beberapa jenis gaya taman yang dapat kita
terapkan pada hunian modern yang ada. Diantaranya adalah :
Gaya Mediteranian
Gaya ini termasuk yang paling cocok
dipadukan dengan bangunan rumah minimalis. Terlebih jika pemilik rumah ingin
mendapatkan kesan kalem dan monokromatik. Taman gaya ini memiliki karakter desain
yang dapat menampilkan berbagai jenis tekstur dan bentuk tanaman dalam warna
hijau.
Penggunaan tanaman seperti agave (Agave attenuate),
yucca (Yucca sp), nolina (Nolina longifolia), dan sikas (Cycas rumpii) yang
bergaris tegas dapat mudah berdampingan dengan tarikan garis arsitektur yang
sama tegasnya. Jenis ini juga sangat sesuai bila diberi pencahayaan khusus,
sehingga taman tetap elok dipandang pada malam hari.
Kehadiran elemen air seperti kolam ikan
berbentuk segiempat, pancuran, juga pasu (pot) tanaman air sangat pas
melengkapi taman mediteranean. Elemen keras lain, seperti lampu taman, patung
hewan, pot dengan penyangga warna terang (krem, kuning muda) atau gelap (hitam,
abu-abu), dapat dikombinasikan dengan batu koral serak berwarna putih. Pilih pot
yang berbentuk simple dengan ornament geometris.
Taman seperti ini merupakan pilihan
terbaik apabila Anda sering mengadakan pesta kebun atau acara malam hari. Jangan
lupa menggunakan tanaman pembatas dan penutup tanah yang bertekstur halus. Ini berfungsi
sebagai penyeimbang terhadap garis tegas.
Gaya Tropis
Untuk tampilan hunian yang lebih lembut,
jenis tanaman ini dapat menjadi pilihan. Garis-garis organic yang ditimbulkan
dari taman tropis dapat menetralkan garis tegas pada arsitektur minimalis.
Jika ingin menerapkan gaya ini pad ataman rumah
minimalis, perhatikanlah warna tanaman. Kekuatan tampilan hunian minimalis
biasanya pada warna abu-abu atau lebih gelap. Oleh karena itu, warna tanaman
yang digunakan sebaiknya senada. Sebagai aksen dapat menggunakan bunga merah
atau pink yang kontras dengan warna bangunan.
Apabila ada kolam atau elemen keras
(lampu) sebaiknya yang bergaya minimalis juga. Sentuhan tanaman air yang
bertekstur halus, seperti papyrus (Cyperus papyrus), bamboo putoy, dan teratai (Nelumbo
Nucifera) dapat menjadi jembatan penghubung antara gaya minimalis dan tropis.
Taman Jepang
Walaupun sekarang kurang populer, taman
jepang tetap dapat menjadi pilihan untuk mempercantik hunian minimalis. Warna monokrom,
seperti halnya taman mediteranean, akan memperkuat gaya minimalis. Penggunaan elemen
keras, seperti batu, pasir sisir, lonceng angin, dan ancuran bambu, sangat
serasi dengan garis minimalis.
Ketika mengadaptasi desain taman jepang
disarankan untuk mengurangi kekentalan nuansa jepang. Ini karena penggunaan
beberapa elemen bernuansa Jepang dapat bertabrakan dengan gaya bangunan. Misalnya,
penggunaan lentera batu (toro) akan bertabrakan dengan arsitektur rumah. Bonsai
tidak disarankan karena bentuknya kaku. Ia cenderung akan berkompetisi dengan
arsitektur rumah.
Taman Amerika
Gaya ini memang tidak terlalu populer di
Indonesia. Biasanya identik dengan penggunaan berbagai semak warna-warni
bertekstur lembut dan pohon yang rindang. Cocok untuk pemilik rumah yang senang
berkegiatan di luar rumah, berjiwa petualang, dan ingin tampil beda. Elemen keras
yang bisa digunakan adalah pergola, patio, meja piknik, barbeque pit, dan
pagar-pagar pendek yang mengelilingi semak.
Taman gaya Amerika ini mungkin kurang
disukai masyarakat di Indonesia karena menimbulkan kesan “tanaman liar di
padang rumput”. Masyarakat Indonesia umumnya menghendaki tampilan taman yang
sejuk atau “bersih”. Namun ini bukan berarti taman Amerika tidak bisa
diaplikasikan. Taman Amerika cocok apabila tersedia lahan cukup besar, sehingga
taman pun tidak berkesan kumuh.
Sebagai elemen keras, pada taman ini bisa
dilengkapi pergola. Bahan pergola dapat berupa besi, sehingga tahan lama dan
menjadi komplemen arsitektur rumah. Sebagai pelengkap pergola pilihlah tanaman Bunga
yang lembut, seperti morning glory (lpomoea lobata), air mata pengantin
(antigonon leptotus), dan melati rambat (jasminum officinale). Disarankan,
pilih tanaman yang beraroma harum.
Taman Inggris
Taman gaya ini cocok untuk bangunan yang ingin
membentuk kesan megah (monumental). Identik dengan penggunaan cemara lilin
(Cupressus sempervirens), rumput manila yang terpelihara rapi, serta semak
bunga yang disusun dengan pola simetris dan kaku. misalnya, berpola kotak-kotak
atau lingkaran. Dalam menyusun pola simetris, kita harus memperhatikan letak
kolom ruamh, pagar, dan bentuk drive way. Elemen keras yang dapat digunakan
antara lain pancuran atau bird bath, lampu taman yang tinggi, dan kursi taman
berbahan besi.
Sekian referensi gaya-gaya taman yang
dapat membantu kita ketika akan mengolah materilah pelengkap dalam suatu hunian.
Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca.
Referensi
bahan tulisan : Idea, Rumah Masa Kini, 2007.
No comments:
Post a Comment