Sunday, February 15, 2015

IDENTIFIKASI UTILITAS BANGUNAN SEKOLAH



ANEKA GAYA TAMAN DALAM ARSITEKTUR


 
      Dalam meracang sebuah hunian rumah (tempat tinggal) biasanya terdapat beberapa material pelengkap baik itu di bagian eksterior maupun interiornya. Bagian pelengkap ini tentunya memiliki fungsi untuk memperindah bangunan yang telah ada maupun memberikan nilai estetik yang lebih pada bangunan tersebut.
      Material pelengkap yang akan saya bahas disini adalah berupa taman. Terdapat beberapa jenis gaya taman yang dapat kita terapkan pada hunian modern yang ada. Diantaranya adalah :

Gaya Mediteranian
      Gaya ini termasuk yang paling cocok dipadukan dengan bangunan rumah minimalis. Terlebih jika pemilik rumah ingin mendapatkan kesan kalem dan monokromatik. Taman gaya ini memiliki karakter desain yang dapat menampilkan berbagai jenis tekstur dan bentuk tanaman dalam warna hijau.
      Penggunaan tanaman seperti agave (Agave attenuate), yucca (Yucca sp), nolina (Nolina longifolia), dan sikas (Cycas rumpii) yang bergaris tegas dapat mudah berdampingan dengan tarikan garis arsitektur yang sama tegasnya. Jenis ini juga sangat sesuai bila diberi pencahayaan khusus, sehingga taman tetap elok dipandang pada malam hari.
      Kehadiran elemen air seperti kolam ikan berbentuk segiempat, pancuran, juga pasu (pot) tanaman air sangat pas melengkapi taman mediteranean. Elemen keras lain, seperti lampu taman, patung hewan, pot dengan penyangga warna terang (krem, kuning muda) atau gelap (hitam, abu-abu), dapat dikombinasikan dengan batu koral serak berwarna putih. Pilih pot yang berbentuk simple dengan ornament geometris.
      Taman seperti ini merupakan pilihan terbaik apabila Anda sering mengadakan pesta kebun atau acara malam hari. Jangan lupa menggunakan tanaman pembatas dan penutup tanah yang bertekstur halus. Ini berfungsi sebagai penyeimbang terhadap garis tegas.

Gaya Tropis
      Untuk tampilan hunian yang lebih lembut, jenis tanaman ini dapat menjadi pilihan. Garis-garis organic yang ditimbulkan dari taman tropis dapat menetralkan garis tegas pada arsitektur minimalis.
      Jika ingin menerapkan gaya ini pad ataman rumah minimalis, perhatikanlah warna tanaman. Kekuatan tampilan hunian minimalis biasanya pada warna abu-abu atau lebih gelap. Oleh karena itu, warna tanaman yang digunakan sebaiknya senada. Sebagai aksen dapat menggunakan bunga merah atau pink yang kontras dengan warna bangunan.
      Apabila ada kolam atau elemen keras (lampu) sebaiknya yang bergaya minimalis juga. Sentuhan tanaman air yang bertekstur halus, seperti papyrus (Cyperus papyrus), bamboo putoy, dan teratai (Nelumbo Nucifera) dapat menjadi jembatan penghubung antara gaya minimalis dan tropis.

Taman Jepang
      Walaupun sekarang kurang populer, taman jepang tetap dapat menjadi pilihan untuk mempercantik hunian minimalis. Warna monokrom, seperti halnya taman mediteranean, akan memperkuat gaya minimalis. Penggunaan elemen keras, seperti batu, pasir sisir, lonceng angin, dan ancuran bambu, sangat serasi dengan garis minimalis.
      Ketika mengadaptasi desain taman jepang disarankan untuk mengurangi kekentalan nuansa jepang. Ini karena penggunaan beberapa elemen bernuansa Jepang dapat bertabrakan dengan gaya bangunan. Misalnya, penggunaan lentera batu (toro) akan bertabrakan dengan arsitektur rumah. Bonsai tidak disarankan karena bentuknya kaku. Ia cenderung akan berkompetisi dengan arsitektur rumah.

Taman Amerika
      Gaya ini memang tidak terlalu populer di Indonesia. Biasanya identik dengan penggunaan berbagai semak warna-warni bertekstur lembut dan pohon yang rindang. Cocok untuk pemilik rumah yang senang berkegiatan di luar rumah, berjiwa petualang, dan ingin tampil beda. Elemen keras yang bisa digunakan adalah pergola, patio, meja piknik, barbeque pit, dan pagar-pagar pendek yang mengelilingi semak.
      Taman gaya Amerika ini mungkin kurang disukai masyarakat di Indonesia karena menimbulkan kesan “tanaman liar di padang rumput”. Masyarakat Indonesia umumnya menghendaki tampilan taman yang sejuk atau “bersih”. Namun ini bukan berarti taman Amerika tidak bisa diaplikasikan. Taman Amerika cocok apabila tersedia lahan cukup besar, sehingga taman pun tidak berkesan kumuh.
      Sebagai elemen keras, pada taman ini bisa dilengkapi pergola. Bahan pergola dapat berupa besi, sehingga tahan lama dan menjadi komplemen arsitektur rumah. Sebagai pelengkap pergola pilihlah tanaman Bunga yang lembut, seperti morning glory (lpomoea lobata), air mata pengantin (antigonon leptotus), dan melati rambat (jasminum officinale). Disarankan, pilih tanaman yang beraroma harum.

Taman Inggris
      Taman gaya ini cocok untuk bangunan yang ingin membentuk kesan megah (monumental). Identik dengan penggunaan cemara lilin (Cupressus sempervirens), rumput manila yang terpelihara rapi, serta semak bunga yang disusun dengan pola simetris dan kaku. misalnya, berpola kotak-kotak atau lingkaran. Dalam menyusun pola simetris, kita harus memperhatikan letak kolom ruamh, pagar, dan bentuk drive way. Elemen keras yang dapat digunakan antara lain pancuran atau bird bath, lampu taman yang tinggi, dan kursi taman berbahan besi.

      Sekian referensi gaya-gaya taman yang dapat membantu kita ketika akan mengolah materilah pelengkap dalam suatu hunian. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca.

Referensi bahan tulisan : Idea, Rumah Masa Kini, 2007.
       

Monday, February 9, 2015

Arsitektur Lingkungan



ARSITEKTUR BIOLOGIK

Dasar kehidupan kita antara lain mencakup pembangunan dan pemukiman. Dasar ini sebenarnya menjadi titik pangkal cara kita membangun. Akan tetapi dewasa ini banyak hal tentang dasar-dasar kehidupan itu telah disingkirkan.
Salah satu tujuan penting dari cara membangun, ialah perlindungan terhadap penghuni. Perencanaan proyek besar – juga di Indonesia – pada tahun-tahun yang lalu sering lebih banyak memperhatikan masalah teknis dan bahan bangunan daripada kenyamanan dan perlindungan penghuninya. Hasil arsitektur atau bangunan yang dianggap modern sering kali tidak sesuai untuk tempat kediaman atau pemukiman manusia.
Kehidupan manusia bersegi dua, yaitu alam dan teknik. Teknik dilahirkan dimana terdapat kekurangan. Dalam hal ini teknik diciptakan sebagai alat pembantu/buatan untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi karena proses biologic yang terlambat atau memakan waktu yang terlalu lama. Akan tetapi penggunaan teknik yang berlebihan mengakibatkan keadaan kritis dalam kaitannya dengan biologi, psikologi, dan ekologi. Keadaan kritis tersebut merupakan harga yang harus dibayar atas keuntungan teknik yang sangat terbatas. Dalam hal ini arsitektur biologic akan mempergunakan teknologi alam untuk menetralisasi keadaan kritis tersebut. Arsitektur biologic adalah sebagian dari arsitektur ekologik yang jauh lebih luas dan rumit karena juga memperhatikan pengaruh pembangunan alternatif, bionic (teknik dan konstruksi biologic), iklim dan keadaan setempat serta biologi pembangunan.
Atas dasar pengetahuan di atas, maka perhatian kepada arsitektur teknik dialihkan kepada arsitektur kemanusiaan yang memperhitungkan juga keselarasan dengan alam maupun kepentingan manusia penghuninya. Pembangunan menurut kebutuhan manusia itu kita namakan pembangunan secara biologis atau arsitektur biologis. Biologis berasal dari kata à (bios, bahasa Yunani), yang berarti alah kehidupan/alam tumbuh-tumbuhan dan à (logos, bahasa Yunani) berarti dunia teratur, dunia berakal. Rumah tempat tinggal boleh dianggap sebagai suatu susunan organis, yang berfungsi sebagai kulit manusia yang ketiga (pakaian sebagai kulit kedua). Istilah arsitektur biologis tersebut memperlihatkan hubungan erat antara manusia dan alam sekitar. Jadi : 

“Arsitektur Biologis berart ilmu penghubung antara manusa dan lingkungannya secara keseluruhan”

Titik berat definisi tersebut di atas terletak pada kata keseluruhan. Hanya penyelesaian secara interdisipliner memungkinkan pengertian sepenuhnya. Hubungan-hubungan arsitektur biologis dapat diperlihatkan sebagai berikut :
Arsitektur
Bios
Logos
Rumah, pondok
Kehidupan
Keputusan
Kulit manusia ketiga
Daya hidup
Daya cipta, energy
Tanah air
Alamiah
Materialisasi
Kediaman/pemukiman
Alam kehidupan
Dunia teratur
Kebiasaan
Alam tumbuh-tumbuhan
Keselarasan
Tempat berlindung

Kesehatan


Kebudayaan

Daftar kata dan istilah di atas menentukan hubungan erat antara bagian arsitektur/pembangunan, biologi/kehidupan dan logos/dunia teratur secara interdisipliner.
Jikalau kemanusiaan dan kebudayaan tidak menjadi pusat pada penyelesaian arsitektur/pembangunan, maka prinsip biologis diabaikan. Bila itu terjadi, arsitektur dan teknik di bidang bangunan perumahan hanya akan membentuk rumah dan tempat kediaman tanpa roh dan jiwa, tanpa rasa kemanusiaan. Manusia sebagai penghuni gedung dan bangunan tersebut akan terasing.
Kehidupan, pemukiman dan pembangunan merupakan materi yang rumit dan berlapis majemuk. Penyelesaian yang baik hanya dapat dihasilkan dalam kerja sama antara berbagai unsur yang terkait.
Pentingnya arsitektur dan arsitek dicerminkan oleh komposisi dan penghubungan bagian-bagian sebagai sesuatu yang harmonis dan kompleks. Kualitas bangunan dengan bagian-bagian material dan rohani menentukan kualitas lingkungan hidup manusia. Perhatian terhadap tiap-tiap bagian yang mempengaruhi kualitas kehidupan, dilakukan oleh arsitektur biologis.

Sumber : Arsitektur dan Lingkungan – Ir. Heinz Frick