Nama : Amalia Ekasanti
Kelas : 4TB01
NPM : 20313756
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk
melestarikan atau melindungi alam. Konservasi adalah
pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa
Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian
atau perlindungan.1
Konservasi :2
- Sebagai
Konsep Proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung
terpelihara dengan baik.
- Meliputi
seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi lokal.
- Konservasi
Kawasan atau sub bagian kota, mencakup suatu upaya pencegahan perubahan
sosial, dan bukan secara fisik saja.
Sasaran Konservasi :
- Mengembalikan
wajah dari obyek pelestarian
- Memanfaatkan
obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
- Mengarahkan
perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu,
tercermin dalam obyek pelestarian
- Menampilkan
sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi.
Ruang Lingkup Konservasi :
Kategori obyek konservasi :
- Lingkungan
Alami (Natural Area)
- Kota
dan Desa (Town and Village)
- Garis
Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
- Kawasan
(Districts)
- Wajah
Jalan (Street-scapes)
- Bangunan
(Buildings)
- Benda
dan Penggalan (Object and Fragments)
Manfaat Konservasi :
- Memperkaya
pengalaman visual
- Memberi
suasana permanen yang menyegarkan
- Memberi
kemanan psikologis
- Mewariskan
arsitektur
- Asset
komersial dalam kegiatan wisata internasional
Peran Arsitek Dalam Konservasi :
Internal :
- Meningkatkan
kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan
budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural
tinggi.
- Meningkatkan
kemampuan serta penguasaan teknis terhadap jenis-jenis tindakan pemugaran
kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse
- Melakukan
penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu
dilestarikan.
Eksternal :
- Memberi
masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan atau bangunan yang perlu
dilestarikan dari segi arsitektur.
- Membantu
Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk keperluan pengembangan
kawasan yang dilindungi (Urban Design Guidelines)
- Membantu
Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan-bangunan
bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak
sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk
konservasi arsitekturalnya.
- Memberikan
contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan
keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas
kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik
yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial.
Oleh: Robin Hartanto | Senin, 6 Maret 2017
Yori Antar, arsitek prinsipal Han
Awal Partners dan pendiri Rumah Asuh, menggagas proyek konservasi desa Wae Rebo setelah
melakukan perjalanan arsitektural ke pulau Flores dan menemukan desa tersebut
tahun 2008. Pada fase konservasi pertama dimulai, yaitu tahun 2009, dan fase
konservasi kedua, tahun 2009-2010, Rumah Asuh bersama warga Wae Rebo memutuskan untuk memugar dulu dua rumah
yang sudah ada. Pada 2011, tiga rumah dibangun untuk mengembalikan desa Wae Rebo dengan tujuh
rumahnya. Proses pembangunan dikerjakan melalui gotong-royong warga.
Pada tahun 2012, Mbaru Niang,
sebutan setempat untuk rumah kerucut desa Wae Rebo, mendapatkan
penghargaan Unesco Asia Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation.
Penghargaan tersebut diberikan pada upaya pelestarian warisan budaya berupa
bangunan yang berumur lebih dari lima puluh tahun di kawasan Asia Pasifik.
Mbaru Niang mendapatkan Award of Excellence, yang merupakan penghargaan
tertinggi. Selain itu, Mbaru Niang juga masuk nominasi 20 besar penghargaan Aga
Khan Award for Architecture tahun 2013.
Konservasi Wae Rebo mendapatkan
pengakuan sebagai sebuah model baru dari konservasi arsitektur. Konservasi ini
juga transfer ilmu membangun dari generasi ke generasi. Rumah Asuh juga
mengirim mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk merekam proses
pembangunan Mbaru Niang. Berbagai rekaman konservasi Wae Rebo dipublikasikan
dalam bentuk buku, video, pameran, hingga artikel-artikel yang tersebar di
berbagai media.
Arsip Wae Rebo ini
merupakan koleksi milik Rumah Asuh. Koleksi arsip Rumah Asuh Wae Rebo terdiri dari
foto-foto proses dan detail pembangunan, kebudayaan, dan masyarakatWae Rebo, dan
sketsa-sketsa rencana konservasi.
Sumber : http://www.arsitekturindonesia.org/museum/wae-rebo-konservasi-yang-mendapatkan-pengakuan-dunia
Kawasan Desa Wae Rebo
Menurut saya, Kawasan Desa Wae Rebo
yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini merupakan kawasan dengan konservasi
arsitektur yang sangat berhasil. Selain memperoleh beberapa penghargaan, hal
terpenting lainnya adalah kawasan desa wae rebo ini telah kembali utuh seperti
yang seharusnya telah ada semenjak dahulu sebagai warisan cagar budaya
setempat.
Sasaran Konservasi
|
Penilaian
|
Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
|
ü
|
Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang
kehidupan masa kini
|
ü
|
Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan
dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
|
ü
|
Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota,
dalam wujud fisik tiga dimensi
|
ü
|
