Tuesday, May 31, 2016

NARASI


                Seoul adalah ibu kota KOREA SELATAN yang berusia lebih dri 600 tahun. Dulunya, SEOUL adalah ibu kota untuk seluruh Korea, yaitu Selatan dan Utara. Namun pada tahun 1945, Seoul menjadi ibu kota Republik Korea atau Korea selatan.
                Negara ini sendiri hampir sama dengan Indonesia yang masih kental dengan adat dan budaya. Perkembangan zaman tentu tak dapat di pungkiri. Untuk dibidang Entertaiment, Korea Selatan bisa maju kedepan dengan adanya K-Pop, K-Drama, dan K-Movie. Dibidang teknologi sendiri siapa yang tak mengenal perusahaan elektronik yang bernama Samsung.
                Samsung Jong Ro Tower atau dikenal dengan Jongno Tower terletak di Distrik Jongno. Jongno sendiri merupakan nama salah satu distrik di pusat kota Seoul yang terletak di bagian utara. Aset budaya seperti Istana Gyeongbeok dan gerbang bersejarah Gwanghamun juga barada disini. Sungai Cheonggye yang terletak di bagian selatan bangunan. Distrik Jongno memiliki 5 istana dan banyak aset budaya lainnya.
Disini, bagian historis, taman, pasar, dan alun-alun saling bekesinambungan dengan gedung-gedung perkantoran kontemporer serta bar dan restoran yang bergaya modern. Kemampuan yang dimiliki distrik ini, dengan menggabungkan dunia tempo dulu dengan yang baru menjadikannya sebagai kawasan yang menarik untuk dikunjungi, sekalipun Jongno bukanlah kawasan jantung Kota.
Untuk mencapai Jongno, hanya butuh waktu 15 menit menggunakan kendaraan pribadi dari Stasiun Seoul dan 17 menit dengan kendaraan publik. Dari Incheon mencapai Jongno hanya butuh waktu 1 jam 15 menit dengan kendaraan pribadi dan 1 jam 31 menit dengan kendaraan publik. Jongno berbatasan dengan distrik terkenal lainnya, seperti Myeondong, Insadong, Dongdaemun dan Namdeumn.
Menuju pada satu titik fokus bangunan. Samsung Jongro Tower atau Jongno Tower adalah gedung perkantoran 33 lantai yang dimiliki oleh Samsung Securities. Menara ini dirancang oleh Rafael Vinoly yang dibangun tahun 1999. Memiliki ketinggian 134 m, lantai 23 ke lantai 30 di biarkan berlubang, dengan 3 lantai teratas difungsikan untuk restoran dan bar.
Pencapaian ke bangunan ada yang melalui kendaraan pribadi maupun umum. Untuk kendaraan pribadi tentu langsung mengarah kepada parkiran yang disediakan oleh gedung. Sedangkan untuk kendaraan umum, untuk mencapai bangunan bisa dengan beragam kendaraan. Kendaraan yang terefesien adalah kereta bawah tanah. Jongno Tower sudah terhubung ke dalam struktur kota bawah tanah. Sisetem kereta bawah tanah ini malalui plaza retail yang berada di basement. Menggunakan bus, memiliki halte terdekat dari bangunan.







Aktivitas
Tiga pilar terlihat memiliki bentuk yang tidak biasa dari keseluruhan gedung, yang  mengambang keatas seperti piring terbang. Lantai dalam bangunan yang berbentuk bentuk piring terbang tersebut adalah bagian terbaik dari bangunan yang mengambang lebih dari 134m ini terdapat restoran mewah bernama "Top Cloud (Top Cloud) '. Panjang 64m, tinggi 11,5 juta, 40m lebar, total struktur baja berat hingga 4300t .
Bangunan desain RVA ini berbentuk segitiga yang berorientasi menuju pusat kota dengan memebentuk facade memanjang seperti kurva. Tangga dan lift core di sudut-sudut merupakan sistem sirkulasi bangunam. Desain bangunan ini berpusat pada tiga kebutuhan utama.
1.       Penambahan tinggi bangunan secara vertikal dari tiga core untuk mendukung volume dua lantai yang di gunakan sebagai resort dan klub.
2.  Penambahan baja frame di atas kantilever bangunan aslinya berguna untuk lebih memperluas sudut yang belum dibangun dari aslinya dan untuk melindungi plaza publik terbuka.      
3.       Penambahan volume terpisah atas top floor digunakan untuk kantor administrasi.

Desain menara yang khas, terdiri dari facade balok baja ekspose dari kisi-kisi aluminium dalam skala besar, serta kaca strukturan sebagai sistem dinding tirai yang inovatif. Teknik baja bezel digunakan untuk menggabungkan lembaran kaca sehungga facade terlihat transparan yang seluruh badannya dibungkus oleh kaca ertikal dan diperkuat dengan frame mengkilat yang terbuat dari stainless steel.

Bagian depan dinding tirai kaca (Curtain Wall) terstruktur sistem dinding kaca(Structural Glass Wall System) dari DPG (Dot Titik Glazing), angin masuk secara horizontal masuk melalui struktur untuk menunjukan bahwa masalah struktur pada curtain wall adalah masalah resolusi pada saat yang sama curtain wall menerapkan sistem untuk memaksimalkan transparansi visual.

Kaca merupakan 30mm (kaca)  transparan, terutama di bagian bawah pisau horizontal (pisau) sebagai kaca laminasi diolah menjadi frit keramik (keramik Frit) pada saat yang sama juga berperan sebagai struktural dan juga berperan sebagai kanopi yang sebagian diblokir oleh sinar langsung dari namsohyang .

Selain itu, lantai 11 dari efek dekoratif braket berbentuk mahkota serta rendah lapisan tirai kaca dinding beban vertikal dari beban peran struktural ganda dengan batang baja stainless (Stainless Steel Rod) melalui beam beban torsi (Torsion Beam) yang terkait dengan braket.



EXISTING AMATAN.
DESIGN BANGUNAN

Pelaksanaan KLA 2016 pada 15 - 20 April berjalan dengan dengan lancar. Hari pertama, kami mengunjungi amatan kami yaitu, Samsung Jongno Tower. Sebuah bangunan perkantoran dengan 33 lantai menjulang tinggi. Kesulitan yang kami dapat ketika melakukan pengamatan adalah pengambilan gambar pada amatan yang harus dilakukan dari jarak yang cukup jauh dikarenakan bila dilakukan dalam jarak dekat hasilnya kurang maksimal. Kami pun terkendala dalam pengambilan gambar aktifitas dalam bangunan (interior) dikarenakan masalah perijinan bangunan. Keseluruhannya, bangunan ini masih terlihat kokoh serta menjadi landmark yang menarik di kawasan Jongno meskipun usianya sudah menua.









No comments:

Post a Comment