Friday, June 2, 2017

KONSERVASI ARSITEKTUR



Nama : Amalia Ekasanti
Kelas : 4TB01
NPM : 20313756 


Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.1

Konservasi :2
  • Sebagai Konsep Proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik.
  • Meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi lokal.
  • Konservasi Kawasan atau sub bagian kota, mencakup suatu upaya pencegahan perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.

Sasaran Konservasi :
  • Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
  • Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
  • Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
  • Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi.

Ruang Lingkup Konservasi :
Kategori obyek konservasi :
  • Lingkungan Alami (Natural Area)
  • Kota dan Desa (Town and Village)
  • Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
  • Kawasan (Districts)
  • Wajah Jalan (Street-scapes)
  • Bangunan (Buildings)
  • Benda dan Penggalan (Object and Fragments)


Manfaat Konservasi :
  • Memperkaya pengalaman visual
  • Memberi suasana permanen yang menyegarkan
  • Memberi kemanan psikologis
  • Mewariskan arsitektur
  • Asset komersial dalam kegiatan wisata internasional

Peran Arsitek Dalam Konservasi :
Internal :
  • Meningkatkan kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi.
  • Meningkatkan kemampuan serta penguasaan teknis terhadap jenis-jenis tindakan pemugaran kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse
  • Melakukan penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan.
Eksternal :
  • Memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur.
  • Membantu Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (Urban Design Guidelines)
  • Membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan-bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi arsitekturalnya.
  • Memberikan contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial.

STUDI KASUS

Oleh: Robin Hartanto | Senin, 6 Maret 2017
Yori Antar, arsitek prinsipal Han Awal Partners dan pendiri Rumah Asuh, menggagas proyek konservasi desa Wae Rebo setelah melakukan perjalanan arsitektural ke pulau Flores dan menemukan desa tersebut tahun 2008. Pada fase konservasi pertama dimulai, yaitu tahun 2009, dan fase konservasi kedua, tahun 2009-2010, Rumah Asuh bersama warga Wae Rebo memutuskan untuk memugar dulu dua rumah yang sudah ada. Pada 2011, tiga rumah dibangun untuk mengembalikan desa Wae Rebo dengan tujuh rumahnya. Proses pembangunan dikerjakan melalui gotong-royong warga.
Pada tahun 2012, Mbaru Niang, sebutan setempat untuk rumah kerucut desa Wae Rebo, mendapatkan penghargaan Unesco Asia Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation. Penghargaan tersebut diberikan pada upaya pelestarian warisan budaya berupa bangunan yang berumur lebih dari lima puluh tahun di kawasan Asia Pasifik. Mbaru Niang mendapatkan Award of Excellence, yang merupakan penghargaan tertinggi. Selain itu, Mbaru Niang juga masuk nominasi 20 besar penghargaan Aga Khan Award for Architecture tahun 2013.
Konservasi Wae Rebo mendapatkan pengakuan sebagai sebuah model baru dari konservasi arsitektur. Konservasi ini juga transfer ilmu membangun dari generasi ke generasi. Rumah Asuh juga mengirim mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk merekam proses pembangunan Mbaru Niang. Berbagai rekaman konservasi Wae Rebo dipublikasikan dalam bentuk buku, video, pameran, hingga artikel-artikel yang tersebar di berbagai media.
Arsip Wae Rebo ini merupakan koleksi milik Rumah Asuh. Koleksi arsip Rumah Asuh Wae Rebo terdiri dari foto-foto proses dan detail pembangunan, kebudayaan, dan masyarakatWae Rebo, dan sketsa-sketsa rencana konservasi.





Tanggapan dalam segi Konservasi Arsitektur :



Kawasan Desa Wae Rebo

Menurut saya, Kawasan Desa Wae Rebo yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini merupakan kawasan dengan konservasi arsitektur yang sangat berhasil. Selain memperoleh beberapa penghargaan, hal terpenting lainnya adalah kawasan desa wae rebo ini telah kembali utuh seperti yang seharusnya telah ada semenjak dahulu sebagai warisan cagar budaya setempat.

Sasaran Konservasi
Penilaian
Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
ü   
Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
ü   
Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
ü   
Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi
ü   


No comments:

Post a Comment