Everything has changed
Assalamualaikum
wr.wb.
Hallo,
Guten Morgen!
Setiap
manusia berhak berubah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik tentunya sangat
bagus. Saya termasuk salah seorang yang mengalami banyak sekali perubahan dalam
diri saya. Jika saya flashback pada
kehidupan saya di masa-masa SD sudah pasti sangat berbeda jauh, baik dari segi
perilaku, pola pikir, maupun sifat. Saya sadar dengan adanya perubahan tersebut
dalam diri saya, banyak teman-teman yang kini mulai menjauh dari hidup saya
(entah hanya prasangka saya saja) tapi itu memang terlihat dengan nyata. Mereka
yang dulu tertawa bersama, saling berbagi cerita bersama, kini saling menjauh
dengan saya. Yap! Mereka memang tidak berubah, namun saya yang mengalami
perubahan itu. Saya merasakan sendiri perbedaannya.
Pada
kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit kehidupan saya dari
masa-masa duduk di bangku sekolah dasar, hingga saya yang sekarang sebagai
mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi (bagi yang sudah membaca postingan
saya terdahulu pasti tahu saya melanjutkan studi ke mana).
Oh
ya, sebelumnya saya mau beri tahu kalau setelah postingan saya kali ini mungkin
kedepannya postingan di blog saya juga akan menggunakan kata “saya” sebagai
pengganti kata “gue/gua” yang baru saya sadari itu tidak terlalu nyaman dibaca
dalam suatu tulisan. Okelah, mungkin
intronya sudah cukup ya hehe, sekarang kita mulai kisah perubahannya.........
Ø Sekolah Dasar Negeri Depok Baru 6 (SDN DeBar 6)
Kita semua pasti pernah mempunyai keinginan, atau setidaknya
berandai-andai kehidupan rumit kita yang sekarang berganti menjadi kisah-kisah
menyenangkan di jaman sekolah dasar maupun taman kanak-kanak, dimana semua
imajinasi bisa menjadi nyata tanpa ada rasa ragu maupun takut akan mengalami
kegagalan. Ini adalah masa-masa saya bebas berekspresi, bermain tanpa kenal
waktu, bergaul dengan semua teman dan bersenang-senang sepuasnya. Hal-hal kecil
yang masih saya ingat, dulu saat sd saya selalu mengikuti kegiatan 17 agustusan
baik yang diadakan di sekolah maupun di lingkungan rumah. Saya pernah tampil
menari bersama teman-teman saya di acara 17-an di lingkungan rumah saya.
Perlombaan yang paling saya suka saat 17-an adalah perlombaan menangkap belut
atau memasukkan paku ke dalam botol atau yang ini nih perlombaan yang sekaligus
menguntungkan... lomba mengambil koin seribuan yang ditancapkan di buah dan
ngambilnya pake gigi hahaha bahagia sekali di kala itu :’) . Saya juga ingat,
dulu saya aktif dalam kegiatan drum band (sebagai
belliran), upacara sekolah (sebagai
pembawa acara dan ini always tiap
hari senin dimulai sejak kelas 5/6), maupun pramuka
(ikut perkemahan serta pawai obor). Saya benar-benar sangat merindukan segala
aktivitas saya di jaman ini. Belum banyak hal-hal asing yang mempengaruhi
pikiran saya, atau bisa dibilang saya masih sangat polos saat itu. Alhamdulillah
saya juga sudah khatam Al-qur’an dan diwisuda dari jaman sd ini. Sebenarnya
saya juga memulai mengetahui rasa suka terhadap lawan jenis saat masa-masa sd,
namun saya menolak mereka dengan alasan : “kita masih kecil, belum boleh
pacaran tau” ß well this one is very inocent hahaha...
Ø Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Depok (Bangor/Baraya)
Es.em.pe! ya dan ya dan ya. Kehidupan saya mulai berubah
sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ini. Waktu sd, angkatan saya
hanya terdiri dari 1 kelas saja, tapi ketika masuk SMP, berubah.... semua
berubah. Angkatan saya adalah angkatan 33 dan terdiri dari 9 kelas (wow!) ß (a very shocking moment, actually) dan
itu sudah termasuk 2 kelas yang merupakan kelas RSBI (kelas ini angkatan pertama) di sekolah saya.
Otomatis ya, muridnya banyakkk!
Awalnya setelah lulus dari SD, saya sudah diterima menjadi
siswi baru di SMPN 5 Depok. Waktu itu Papah saya menyarankan untuk mencoba tes RSBI (yang sebenernya
saya juga gatau ini program kelas seperti apa) di SMPN 2. Setelah beberapa hari,
ada surat di depan rumah yang isinya ternyata saya diterima sebagai siswi baru
di SMPN 2 Depok tersebut. Saya bingung dong, ga mengerti sama sekali nantinya
bakal ngapain dan gimana dan alhasil ngikut aja apa kata papah. Berkas yang di
smp 5 di cabut, tapi setelah seminggu mulai sekolah nama saya masih aja diabsen
di smp 5 itu -__- haha.
Di masa-masa SMP ini, saya banyak sekali mendapatkan ilmu
dan hal-hal baru dari guru maupun teman-teman di sekolah. Saya memang tipikal
anak yang kurang banyak berbicara ketika di kelas, namun di luar itu saat
ngobrol dengan “teman-teman” saya, saya bisa menjadi diri saya sendiri yang
terkadang autis dan unpredictable. Di SMP ini saya bertemu 9
orang “teman-teman” itu, mereka baik, and
it’s really nice to have a friendship with all of them J . Gak
jarang lah ya di sebuah hubungan pertemanan juga ada konflik, tapi kami enjoy aja dan akhirnya bisa membaik
seperti semula. Saya mulai sering jalan-jalan sendiri (tanpa orang tua), sama
teman, movie marathon bareng, jadi
lebih mandiri dan banyak lagi yang lain. Saya jadi tahu arti pertemanan seperti
apa, dan di SMP inilah pertama kalinya juga saya merasakan yang namanya “falling in love with someone”. #memories #flashback #again? #ok.
As I remember, when “we” were still in JHS, we kept ourself feeling almost 2 years. Then, we starting to get
relationship in Senior High School.
Ø Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Depok (Smanti)
Haaaaa di masa-masa sekolah SMA ini juga banyak unforgetable moment-nya especially with delicates (angkatan
saya, yang ke-24 di SMANTI). Dimulai
dari @XpresSIX ke @Elvscisix dan terakhir, @Dilemacinta24. Honestly, diantara ketiga kelas itu, saya paling comfort ketika berada di @XpresSIX (dunno why). Mungkin karena
teman-temannya yang sangat baik dan sangat pintar-pintar!! (really miss you guys! T_T). Selama di
kelas, saya suka cerita-cerita tentang banyak hal sama beberapa teman saya,
saling curhat tentang pacar dan lain-lain.
Saat di kelas 2, saya memutuskan untuk meninggalkan status In relationship with xxxxx. Berat sih
awalnya, tapi setelah mengkuti ekstrakulikuler rohis, saya semakin banyak
mendapat ilmu dan saya yakin ini memang keputusan yang tepat. That’s our decicion, so we break up and now we still have a good
friendship like with the others J . Saya sangat
berterima kasih karena saya yang sekarang bisa menjadi lebih dewasa dalam menentukan sesuatu hal, apapun itu.
Saat kelas dua SMA pula saya memulai memantapkan hati untuk berhijab,
alhamdulillah. Berkat dukungan dari kedua orang tua saya, teman-teman terbaik
saya dan atas ridho dari Allah SWT juga tentunya. Semenjak berkeredung itu,
saya merasa nyaman, aman, dan “terbatasi”, dan saya suka dengan batasan-batasan
tersebut. Batasan dalam pergaulan sesama muslim berlawan jenis, dan batasan
untuk tidak melakukan tindakan yang dilarang dalam agama.
Kalau boleh bercerita sedikit, jaman sekarang mulai banyak
sekali tren-tren hijab tutorial dari merk A atau B. Jujur dulu saya juga pernah
mencoba beli 2 helai kain phasmina tipis untuk gaya berkerudung modern, setelah
dicoba-coba lumayan juga. Namun, saya nggak berani untuk memakainya saat keluar
rumah, entah mengapa saya merasa risih. Dan saya juga baru mengetahui kalau
ternyata semua model-model gaya berkerudung seperti itu haram hukumnya, karena
dikatakan dalam Al-qur’an dan bisa dibaca lebih jelasnya di www.gadisberjilbab.tumblr.com sebenarnya
masih banyak macam-macamnya dan jika kamu tertarik lebih jauh tentang dilema
hukum hijab modern ini juga bisa membacanya di www.danisiregar.com .
Dan sekarang, alhamdulillah sudah banyak juga
gerakan-gerakan para muslimah yang menentang gaya-gaya berhijab seperti itu,
misalnya @pedulijilbab dan @gadisberjilbabb subhanallah... masih ada ternyata
umat-umat muslimah yang terus tanpa gentar menyerukan pakaian-pakaian wanita
muslimah yang seharusnya, yang menurut syariah.
Waaah jadi rada ngalor-ngidul gini ya ceritanya hahaha...
intinya sih dari judul di atas saya telah berubah menjadi pribadi baru yang
mungkin bagi beberapa kalangan muda-mudi jaman sekarang bisa dibilang kaum
fanatik karena selalu menasihati atau selalu share yang berbau agama. Saya
hanya sedang berusaha untuk lebih taat pada semua perintah dari Yang Maha
Pencipta. Mungkin beberapa dari kalian ada yang berpikir saya sombong karena
jarang berkomunikasi, tapi maaf sekali lagi bukan seperti itu alasan saya. Saya
hanya ingin menjaga batasan-batasan dalam pergaulan sehari-hari. Semoga kalian
bisa mengerti ya kawan :’) dan yang terakhir, semoga beberapa tulisan di atas
bisa memberi manfaat bagi kalian yang membaca. Aamiin ya Rabbalalamin.
Auf Wiedersehen!
Wassalamualaikum wr.wb.
No comments:
Post a Comment