NAMA : AMALIA EKASANTI
KELAS : 1TB03
NPM : 20313756
JURUSAN : TEKNIK
ARSITEKTUR
MATA KULIAH : ILMU
SOSIAL DASAR
DOSEN : BPK. SUDJIRAN
BAB
X
AGAMA
DAN MASYARAKAT
1. FUNGSI
AGAMA DALAM MASYARAKAT
Agama menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah
sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya .
Fungsi Agama dalam Masyarakat meliputi :
1.
Sumber pedoman hidup
2.
Mengatur tata cara hubungan manusia
dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia
3.
Tuntunan tentang kebenaran atau
kesalahan
4.
Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
5.
Pedoman untuk menanamkan keyakian
6.
Pedoman keberadaan
7.
Pengungkapan estetika (keindahan)
8.
Pedoman untuk rekreasi dan hiburan
9.
Memberikan identitas pada manusia
sebagai umat suatu agama
2. DIMENSI
KOMITMEN AGAMA
Perkembangan iptek mempunyai konsekuensi penting
bagi agama.Sekulerisai cenderung mempersempit ruang gerak kepercayaan dan
pengalaman keagamaan. Kebanyakan agama yang menerima nilai- nilai institusional
baru adalah agama – agama aliran semua aspek kehidupan.
Dimensi
komitmen agama menurut Roland Robertson:
1.
Dimensi keyakinan mengandung
perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis
tertentu.
2.
Praktek agama mencakup
perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama
secara nyata.
3.
Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan
perkiraan.
4.
Dimensi pengalaman memperhitungkan
fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
5.
Dimensi konsekuensi dari komitmen
religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.
3. PELEMBAGAAN
AGAMA
Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga
dimana tempat tersebut untuk membimbing manusia yang mempunyai atau menganut
suatu agama dan melembagai suatu agama. Seperti di Indonesia pelembagaan
agamanya seperti MUI, MUI itu sendiri singkatan dari Majelis Ulama
Indonesia,yang menghimpun para ulama indonesia untuk menyatukan gerak langkah islam
di Indonesia, MUI yang melembagai atau membimbing suatu agama khususnya agama
islam.
Dengan kata lain pelembagaan agama adalah wadah
untuk menampung aspirasi-aspirasi di setiap masing-masing agama. ketika ada
selisih paham yang tidak sependapat dengan agama yang bersangkutan, maka
masalah tersebut di bawa ke pelembagaan agama, untuk di tindak lanjuti.dengan
memusyawarahkan masalah tersebut dan di ambil keputusan bersama dan di sepakati
bersama pula.
4. 3
TIPE KAITAN AGAMA DENGAN MASYARAKAT
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan
tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh (Elizabeth K.
Nottingham, 1954), yaitu:
1.
Masyarakat yang terbelakang dan nilai-
nilai sakral
Masyarakat tipe ini
kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang
sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat, dalam kelompok
keagamaan adalah sama.
2.
Masyarakat- masyarakat pra- industri
yang sedang berkembang
Keadaan masyarakat
tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe
pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tipe
masyarakat ini. Dan fase kehidupan sosial diisi dengan upacara- upacara
tertentu.
3.
Masyarakat- masyarakat industri
sekular
Masyarakat industri
bercirikan dinamika dan teknologi semakin berpengaruh terhadap semua aspek
kehidupan, sebagian besar penyesuaian- penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi
yang penting adalah penyesuaian- penyesuaian dalam hubungan kemanusiaan
sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi
penting bagi agama, Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat semakin
terbiasa menggunakan metode empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi dalam
menanggapi masalah kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat sekular
semakin meluas. Watak masyarakat sekular menurut Roland Robertson (1984), tidak
terlalu memberikan tanggapan langsung terhadap agama. Misalnya pemikiran agama,
praktek agama, dan kebiasaan- kebiasaan agama peranannya sedikit.
5. CONTOH-CONTOH
DAN KAITANNYA TENTANG KONFLIK YANG ADA DALAM AGAMA DAN MASYARAKAT
Contoh-contoh dan kaitannya tentang konflik yang
ada dalam agama dan masyarakat di Indonesia sendiri konflik agama bersifat
murni maupun yang ditumpangi oleh aspek budaya, politik, ideology dan
kepentingan golongan banyak mewarnai perjalanan sejarah Indonesia. Bahkan di era
reformasi dan paska reformasi, agama telah menunjukan peran dan fungsinya yang
nyata. Baik kekuatan yang konstuktif maupun kekuatan yang destruktig. Sesudah
gerakan reformasi, suatu ketika keyakinan kebutuhan atau agama banyak dituduh
telah menyebabkan konflik kekerasan di negeri ini. Selama empat tahun
belakangan ribuan anak bangsa mati tanpa tahu untuk apa. Ribuan manusia terusir
dari kampung halamanya, tempat mereka dilahirkan. Ribuan anak-anak lainnya pun
menjadi piatu, kehilangan sanak keluarganya dan orang-orang yang dikasihi.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment