NAMA : AMALIA EKASANTI
KELAS : 1TB03
NPM : 20313756
JURUSAN : TEKNIK ARSITEKTUR
MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN : PAK SUDJIRAN
BAB IV
PEMUDA DAN SOSIALISASI
1. INTERNALISASI BELAJAR DAN
SPESIALISASI
Makna antara internalisasi, belajar
dan spesialisasi sesungguhnya sama yaitu proses penerapannya melalui interaksi
sosial. Internalisasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang
menginternalisasikan norma-norma tersebut sedangkan belajar ditekankan pada
perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh
seorang individu dan spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah
dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak
panjang dan lama.
1.1 PENGERTIAN PEMUDA
Secara biologis pemuda dapat
diartikan sebagai manusia yang berumur 15-30 tahun yaitu fase dimana proses
dari anak-anak menuju pendewasaan diri. Pada proses itu, pemuda mulai mencari
jati dirinya masing-masing dan menyadari bahwa mereka adalah generasi penerus
perjuangan dari generasi-generasi sebelumnya.
Keanekaragaman budaya, kemajuan
teknologi juga kehidupan masyarakat yang semakin kompleks membuat pemuda
Indonesia yang semakin beraneka ragam.
1.2 PENGERTIAN SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi mengacu pada
suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang
tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan
memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati
(mendarahdagingkan - internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga
timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang
disebut dengan “diri”.
1.3 PROSES SOSIALISASI
Proses sosialisasi dapat diberikan
dalam kehidupan sehari-hari melalui ligkungan hidupnya, kultur di daerah tempat
tinggal,sehingga para pemuda dapat menerapkan nya pada kehidupan sehari-hari,
dari cara hdup berkelompok, cara berkomunikasi dengan orang-orang sekitar juga
mengikuti kegiatan dari adat sekitar.
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa
proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai
dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus,
proses sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat
atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan
pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan
kebudayaan masyarakat.
1.4 PERAN SOSIAL PEMUDA DAN MAHASISWA DI
MASYARAKAT
Pada masa 1990 sampai 2000 an
demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda
menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain
gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang
pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk
berdemonstrasi.
Sebelum terlalu jauh meneropong
peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat
bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda
di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di
masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum
intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu
mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang
relatif sama dengan warga yang lain.
2. PEMUDA DAN IDENTITAS
2.2 POLA DASAR PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN
GENERASI MUDA
Pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar
semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-banar
menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh,
dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun
belandaskan:
-
Landasaan
idiil : Pancasila
-
Landasaan
konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
-
Landasaan
strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
- Landasaan
historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 & Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus
1945
- Landasaan
normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.
2.3 PENGERTIAN POKOK PEMBINAAN DAN PERKEMBANGAN
GENERASI MUDA
Pembinaan
dan pengembangan generasi muda meliputi 2 hal:
- Generasi
muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan
: generasi muda masih memerlukan
pembinaan dan pembekalan-pembakalan untuk menumbuhkan potensi dan kemampuan ke
tingkat optimal.
- Generasi
muda sebagai subyek : generasi muda mampu menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi bangsa dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
2.4 MASALAH-MASALAH GENERASI MUDA
Ada
beberapa permasalahan yang muncul dan yang harus dihadapi oleh generasi muda
saat ini diantaranya:
-
Menurunnya
jiwa idealisme, patriotism dan nasionalisme
-
Ketidakmatangan
dalam memikirkan dan perencanaan masa depan
-
Kurangnya
lapangan pekerjaan
-
Keterampilan
dan keahlian para pemuda yang semakin menipis
-
Kekurangan
gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan gizi generasi muda
-
Pergaulan
bebas dan kenakalan remaja yang semakin membahayakan
-
Kurangnya
kemampuan, keterampilan dan keahlian merupakan salah satu masalah yang dihadapi
generasi muda saat ini. Hal ini tidak terlepas dari para pemuda yang tidak
mampu untuk mengenyam pendidikan yang tinggi.
2.5 POTENSI-POTENSI GENERASI MUDA
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah
:
a. Idealisme dan daya kritis
b. Dinamika dan kreatifitas
c. Keberanian mengambil resiko
d. Optimis dan kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h. Patriotisme dan nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
a. Idealisme dan daya kritis
b. Dinamika dan kreatifitas
c. Keberanian mengambil resiko
d. Optimis dan kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h. Patriotisme dan nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
2.6 TUJUAN POKOK SOSIALISASI
Tujuan pokok sosialisasi,
yaitu:
- Memberikan
keterampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
- Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif.
- Membantu
mengendalikan fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan
mawas diri yang tepat.
- Membiasakan
diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada
dimasyarakat.
3. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
3.1 MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
Sebagaimana upaya bangsa
Indonesia unrtuk mengembangkan potensi tenaga muda agar menjadi
inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi,
maka:
-
Individu
harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak di masyarakat.
-
Individu
harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
-
Pengendalian
fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang
tepat.
-
Bertingkah
laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada
lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
3.2 PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN PERGURUAN
TINGGI
Batasan tentang Pendidikan Batasan tentang pendidikan yang
dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari
yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang
digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.
a. Pendidikan sebagai Proses
transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan
sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain
b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan
Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu
kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian
peserta didik.
c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan
Warganegara Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu
kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara
yang baik.
d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga
Kerja Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan
membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja.
e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN GBHN
1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional
sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa
indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan
untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan
nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Perguruan Tinggi adalah Perguruan Tinggi yang didambakan,
diimpikan, diharapkan, difavoritkan, dan dicintai oleh masyarakat pada umumnya
dan masyarakat kampus pada khususnya. Agar bisa menjadi Perguruan Tinggi
Idaman, maka ada 5 faktor yang menurut saya harus dipenuhi oleh Perguruan
Tinggi, yaitu :
-
Mutu
/ Kualitas
-
Biaya
murah / terjangkau
-
Keamanan
/ Kenyamanan
-
Mengikuti
Perkembangan Zaman Bermanfaat Bagi Mayarakat
3.3 ALASAN UNTUK BERKESEMPATAN MENGENYAM
PENDIDIKAN TINGGI
Dalam hal inilah, maka pembicaraan tentang generasi
muda/pemuda, khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi
penting. Karena berbagai alasan:
1. Sebagai kelompok masyarakat yang
memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang
masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk terlibat didalam pemikiran,
pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam
masyarakat.
2. Sebagai kelompok masyarakat yang
paling lama dibangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi
terpanjang secara berencana, dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya,
dan melalui pelajaran seperti, PPKN, Sejarah dan Antropologi maka berbagai
masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui.
3. Mahasiswa yang berasal dari berbagai
etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial
dan budaya dimana hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya, sehingga
mampu melihat Indonesia secara keseluruhan.
4. Mahasiswa sebagai kelompok yang akan
memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan. Struktur perekonomian dan
prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan
generasi muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi dan
pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Dan adalah jelas
bahwa mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh
kedepan serta ketrampilan berorganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan
generasi muda lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment