NAMA : AMALIA EKASANTI
KELAS : 1TB03
NPM : 20313756
JURUSAN : TEKNIK
ARSITEKTUR
MATA KULIAH : ILMU
SOSIAL DASAR
DOSEN : BPK. SUDJIRAN
BAB
IX
ILMU
PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
1. ILMU
PENGETAHUAN
1.1 PENGERTIAN
ILMU PENGETAHUAN
Ilmu,
sains, atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,
menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan
dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang
pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan
kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. (Prof. Dr. C.A. van
Peursen: Filsafat Sebagai Seni untuk Bertanya. Dikutip dari buku B. Arief
Sidharta. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?, Pustaka Sutra, Bandung 2008.
Hal 7-11)
Ilmu
bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan
berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji
dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang
dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh
mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari
epistemologi.
Ilmu
Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang
bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku
manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku
manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab
pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab
apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.
1.2 4
SIKAP YANG ILMIAH
Sikap Ilmiah adalah
sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan dalam melakukan
tugasnya untuk mempelajari meneruskan, menolak atau menerima serta merubah atau
menambah suatu ilmu. Prof harsojo menyebutkan enam macam sikap ilmiah :22
1.
Obyektivitas , dalam peninjauan yang
penting adalah obyeknya
2.
Sikap serba relatif , ilmu tidak
mempunyai maksud mencari kebenaran mutlak, ilmu berdasarkan kebenaran-kebenaran
ilmiah atas beberapa postulat, secara apriori telah diterima sebagai suatu
kebenaran. Malahan teori-teori dalam ilmu sering untuk mematahkan teori yang
lain
3.
Sikap skeptis adalah sikap untuk
selalu ragu-ragu terhadap pernyataan-pernyataan yang belum cukup kuat
dasar-dasar pembuktiannya.
4.
Kesabaran intelektual, sanggup menahan
diri dan kuat untuk tidak menyerah pada tekanan agar dinyatakan suatu pendirian
ilmiah, karena memang belum selesainya dan cukup lengkapnya hasil dari
penelitian, adalah sikap seorang ilmuwan
5.
Kesederhanaan adalah sikap cara
berfikir, menyatakan, dan membuktikan
6.
Sikap tidak memihak pada etik.
2. TEKNOLOGI
2.1 PENGERTIAN
TEKNOLOGI
Teknologi
adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api
telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda
telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka.
Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan
Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan
manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua
teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang
semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai
senjata nuklir.
Teknologi telah
memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok
masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi
global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak
proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang
disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan
lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu
masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika
baru.
Sebagai
contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas
manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh
lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
2.2 CIRI-CIRI
FENOMENA TEKNIK PADA MASYARAKAT
-
Rasionalistas, artinya tindakan
spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan
perhitungan rasional.
-
Artifisialitas, artinya selalu membuat
sesuatu yang buatan tidak alamiah..
-
Otomatisme, artinya dalam hal metode,
organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan
teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan
teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
-
Monisme, artinya semua teknik bersatu,
saling berinteraksi dan saling bergantung.
-
Universalisme, artinya teknik
melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai
kebudayaan.
-
Otonomi artinya teknik berkembang
menurut prinsip-prinsip sendiri.
2.3 CIRI-CIRI
TEKNOLOGI BARAT
Ciri ciri teknologi
barat :
1.
Bersifat Intensif pada semua kegiatan
manusia
2.
Cenderung bergantung pada sifat
ketergantungan
3.
Selalu berpikir bahwa barat adalah
pusat dari segala teknologi
3. KEMISKINAN
3.1 PENGERTIAN
KEMISKINAN
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
3.2 CIRI-CIRI
MANUSIA YANG HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
Mereka yang hidup di
bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
Tidak memiliki faktor-faktor produksi
sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dan lain-lain.
-
Tidak memiliki kemungkinan untuk
memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh
tanah garapan atau modal usaha.
-
Tingkat pendidikan mereka rendah,
tidak sampai tamat SD.
-
Kebanyakan tinggal di desa sebagai
pekerja bebas.
-
Banyak yang hidup di kota berusia
muda, dan tidak mempunyai keterampilan.
3.3 FUNGSI
KEMISKINAN
1.
Pertama, kemiskinan menyediakan tenaga
kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat, berbahaya, namun
dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan got-got yang mampet,
membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya
mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi bila orang miskin tidak
ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor, pembangunan terbengkalai,
banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya yang
memerlukan kehadiran orang miskin.
2.
Kedua, kemiskinan memperpanjang
nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai dapat dijual
(diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir busuk,
sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan) untuk
orang-orang miskin.
3.
Ketiga, kemiskinan mensubsidi berbagai
kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil,
karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatgandakan
keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi
orang-orang kota.
4.
Keempat, kemiskinan menyediakan
lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang kredit,
aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional, dan
yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen sosial. Tidak ada
komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di pasar
internasional selain kemiskinan.
5.
Kelima, memperteguh status sosial
orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru.
Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat
menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
6.
Keenam, bermanfaat untuk jadi tumbal
pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota, pedagang
kakilima bila mengganggu lalu lintas ditertibkan (ditangkap, dagangannya
diambil, dan kerugiannnya tidak diganti).
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment